Respons Wacana Efisiensi Anggaran, Kemhan Tegaskan Pertahanan Tak Hanya Diukur dari Besaran Anggaran

- Redaksi

Tuesday, 21 July 2026 - 16:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Kementerian Pertahanan Republik Indonesia menegaskan bahwa kekuatan pertahanan negara tidak hanya diukur dari besaran anggaran sektor pertahanan, tetapi juga dari kemampuan negara dalam memperkuat kesejahteraan masyarakat, ketahanan ekonomi, dan stabilitas nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas wacana Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengenai kemungkinan melakukan efisiensi anggaran pertahanan dan keamanan untuk mendukung program pengentasan kemiskinan dan kelaparan.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, mengatakan bahwa Kemhan mendukung setiap kebijakan Presiden dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara demi kepentingan bangsa dan negara.

ADVERTISEMENT

KOL Management

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Rico, APBN bukan sekadar instrumen pembiayaan pembangunan, tetapi juga menjadi bagian penting dari strategi geopolitik negara dalam menjaga kedaulatan serta mencapai tujuan nasional.

“Komitmen negara terhadap pertahanan tidak semata diukur dari besaran anggaran sektor pertahanan, tetapi dari keseluruhan kebijakan negara dalam memperkuat pertahanan militer maupun nirmiliter,” ujar Rico.

Baca Juga :  “suara” Jadi Ruang bagi REI SARAH Menyuarakan Kesepian, Keraguan Diri, dan Harapan Akan Kehadiran

Ia menjelaskan, kebijakan pertahanan Indonesia mengacu pada konsep pertahanan semesta yang mencakup aspek militer dan nirmiliter. Konsep tersebut sejalan dengan Asta Cita poin kedua yang dijabarkan melalui Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2025 tentang Kebijakan Umum Pertahanan Negara.

Dalam kerangka tersebut, penguatan ekonomi, ketahanan pangan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengentasan kemiskinan juga memiliki peran strategis dalam membangun daya tahan nasional.

Kebijakan negara yang diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dinilai dapat memperkuat fondasi pertahanan karena stabilitas nasional tidak hanya ditentukan oleh kemampuan militer, tetapi juga oleh kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.

Kemhan juga memperkenalkan pendekatan Defence Supporting Economy, yakni pembangunan pertahanan yang berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi nasional. Melalui pendekatan tersebut, kebijakan pertahanan diharapkan tidak hanya menjaga kedaulatan negara, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi pembangunan dan kesejahteraan rakyat.

Baca Juga :  Partai Serta Caleg yang Menutupi Riwayat Hidup Patut Dicurigai, Dinilai Tak Pantas Dipilih

Rico menegaskan bahwa Kemhan dan TNI siap melaksanakan setiap keputusan Presiden, termasuk kebijakan yang diarahkan untuk meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran negara.

“Kementerian Pertahanan dan TNI selalu siap melaksanakan setiap keputusan Presiden demi kepentingan bangsa dan negara, termasuk yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah berkomitmen menghapus kemiskinan ekstrem dan mengatasi persoalan kelaparan. Dalam kesempatan tersebut, Presiden menyebut efisiensi anggaran pertahanan dan kepolisian dapat menjadi salah satu pilihan apabila diperlukan untuk mendukung agenda tersebut.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa kebijakan pertahanan nasional tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari strategi besar pemerintah untuk membangun negara yang kuat, berdaulat, dan sejahtera.

Berita Terkait

KPK Periksa Sestama BNPB Rustian dan Tujuh Saksi Lain dalam Kasus Dana Siap Pakai
Aksi #IndonesiaSadar Akan Digelar di Jakarta pada Hari Sumpah Pemuda, Ini Lima Tuntutannya
Dugaan Dana BNPB Saham, KPK Dalami Aliran Rp30,98 Miliar
Anak Krakatau Level Siaga, Radius 5 Km Dilarang untuk Aktivitas
Follow-up OTT KPK BNPB: Surat ke Panglima TNI Sudah Dikirim, Balasan Tertulis Masih Ditunggu
Operasi Patuh 2026 Digelar Serentak, Lawan Arus Jadi Prioritas Utama Penindakan
IHSG Berbalik Menguat 0,94 Persen ke 5.328 Usai BI Tahan Suku Bunga 5,75 Persen
KPK Surati Panglima TNI, Dua Prajurit Aktif Diduga Terlibat Korupsi Dana Bencana BNPB
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 28 October 2026 - 15:00 WIB

KPK Periksa Sestama BNPB Rustian dan Tujuh Saksi Lain dalam Kasus Dana Siap Pakai

Wednesday, 28 October 2026 - 13:12 WIB

Aksi #IndonesiaSadar Akan Digelar di Jakarta pada Hari Sumpah Pemuda, Ini Lima Tuntutannya

Tuesday, 27 October 2026 - 17:00 WIB

Dugaan Dana BNPB Saham, KPK Dalami Aliran Rp30,98 Miliar

Tuesday, 27 October 2026 - 14:24 WIB

Anak Krakatau Level Siaga, Radius 5 Km Dilarang untuk Aktivitas

Monday, 26 October 2026 - 16:00 WIB

Follow-up OTT KPK BNPB: Surat ke Panglima TNI Sudah Dikirim, Balasan Tertulis Masih Ditunggu

Thursday, 22 October 2026 - 15:00 WIB

IHSG Berbalik Menguat 0,94 Persen ke 5.328 Usai BI Tahan Suku Bunga 5,75 Persen

Thursday, 22 October 2026 - 10:55 WIB

KPK Surati Panglima TNI, Dua Prajurit Aktif Diduga Terlibat Korupsi Dana Bencana BNPB

Wednesday, 21 October 2026 - 13:09 WIB

Mahasiswa Angkat Tiga Jari di Tugu Tani, Aksi 2 Tahun Prabowo-Gibran Suarakan 5 Tuntutan

Berita Terbaru

Nasional

Dugaan Dana BNPB Saham, KPK Dalami Aliran Rp30,98 Miliar

Tuesday, 27 Oct 2026 - 17:00 WIB

Nasional

Anak Krakatau Level Siaga, Radius 5 Km Dilarang untuk Aktivitas

Tuesday, 27 Oct 2026 - 14:24 WIB