Eropa ‘Mundur Teratur’ Terkait Tarif Resiprokal Trump, China Kini Mengambil Langkah Sendiri?

- Redaksi

Friday, 11 April 2025 - 14:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di tengah ketegangan perdagangan dunia yang meningkat, Uni Eropa memutuskan untuk menunda penerapan tarif balasan terhadap Amerika Serikat selama tiga bulan, sebagai upaya baik untuk memberikan ruang bagi negosiasi lebih lanjut.

Pengumuman tersebut disampaikan oleh Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen pada hari Kamis (10 April 2025), satu hari setelah Presiden AS Donald Trump mengambil tindakan mengejutkan dengan menunda tarif resiprokal yang telah diumumkannya sebelumnya.

“Kami akan menunda penerapan langkah balasan Uni Eropa yang didukung sepenuhnya oleh negara-negara anggota kami selama 90 hari,” kata von der Leyen dalam pernyataannya yang dilansir oleh AFP.

ADVERTISEMENT

KOL Management

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Apabila negosiasi tidak membuahkan hasil yang diinginkan, maka langkah balasan kami akan segera diterapkan.”

Tindakan ini merupakan respons terhadap kebijakan tarif yang berat sebelah dari Trump terhadap ekspor baja dan aluminium dari berbagai negara, termasuk negara-negara anggota Uni Eropa. Pada hari Rabu, Uni Eropa sudah menyetujui langkah awal untuk mengenakan tarif atas produk-produk asal AS senilai lebih dari 20 miliar euro, yang mencakup kedelai, sepeda motor, dan barang-barang kecantikan.

Namun, karena Trump memilih untuk menunda tarif resiprokal selama 90 hari, Brussels pun memutuskan untuk bersikap serupa – menangguhkan responsnya buat sementara.

Komisaris Perdagangan Uni Eropa, Maros Sefcovic, menyatakan bahwa komunikasi dengan pihak AS berlangsung aktif. Ia mengonfirmasi pada hari Kamis bahwa ia telah berbincang dengan Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick serta Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer.

Baca Juga :  Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup

“Percakapan lainnya berlangsung saat kami bersiap untuk menunda tindakan balasan UE dan memulai negosiasi yang berarti. Komunikasi yang terus-menerus dan pembaruan harian membuat kami terus bergerak maju,” ujar Sefcovic melalui akun X.

Walaupun langkah balasan sementara ditangguhkan, Uni Eropa tidak sepenuhnya menutup kemungkinan untuk tindakan lebih tegas di masa mendatang. Von der Leyen mengindikasikan, “Persiapan untuk tindakan balasan lebih lanjut masih berlangsung. Semua opsi tetap ada di meja.”

Trump sebelumnya menetapkan tarif resiprokal 20% untuk produk dari Uni Eropa, termasuk industri otomotif, yang hingga saat ini belum meraih respons resmi dari Brussels.

Dalam pernyataan terpisah, von der Leyen memuji keputusan Trump untuk menunda tarif sebagai “langkah signifikan menuju stabilitas ekonomi dunia.” Ia menegaskan kembali bahwa Uni Eropa tetap berkomitmen untuk dialog konstruktif dengan Washington.

“Uni Eropa masih berkomitmen pada negosiasi yang membangun dengan Amerika Serikat,” ujarnya.

Ia juga mengulangi tawaran blok tersebut untuk pembebasan tarif bilateral atas mobil dan barang industri lainnya.

tarif resiprokal

Von der Leyen menekankan bahwa preferensi berada pada dialog dibandingkan dengan pembalasan, dengan harapan bisa meredakan ketegangan yang telah mengguncang pasar global dan menimbulkan kekhawatiran terhadap resesi.

Menanggapi keputusan Uni Eropa untuk menunda tarif balasan, Trump memberikan pujian.

“Mereka sangat cerdas. Mereka siap untuk mengumumkan balasan. Lalu mereka mendengar tentang tindakan kami terhadap China… dan mereka berkata, ‘Kami akan menahan diri dulu,’” tutur Trump.

Baca Juga :  Perdana Menteri Israel Menolak Gencatan Senjata, Bersumpah untuk Terus Bertempur sampai Menang

AS Vs China

Meski demikian, konflik perdagangan yang dipicu oleh Trump terhadap China tidak menunjukkan tanda-tanda mereda, dengan Beijing mengklaim bahwa kebijakan tarif yang diberlakukan oleh AS “berlawanan dengan harapan dunia dan merugikan semua negara”.

Peningkatan tarif untuk barang-barang asal China yang kini mencapai 145% mulai berlaku bersamaan dengan tarif balasan sebesar 84% yang dikenakan oleh Beijing pada impor dari AS.

Pada hari Kamis, Beijing juga memasukkan Hollywood ke dalam daftar sasarannya, dengan pengumuman akan “secara moderat mengurangi” jumlah film dari AS yang diimpor.

Namun, Kementerian Perdagangan China menyatakan bahwa mereka tetap terbuka untuk melakukan dialog.

“Kami berharap bahwa AS bisa bertemu dengan China di tengah jalan, dan berdasarkan prinsip saling menghormati, hidup berdampingan secara damai, serta kerja sama yang saling menguntungkan, menyelesaikan perbedaan dengan cara yang benar melalui dialog dan konsultasi,” ucap juru bicara Kementerian Perdagangan, He Yongqian.

Trump memprediksi bahwa kesepakatan perdagangan akan tercapai dengan semua negara, termasuk China, yang saat ini tetap menolak untuk menghapus tarif balasan terhadap produk-produk AS.

“Sebuah kesepakatan akan terjalin dengan China. Kesepakatan akan terjalin dengan masing-masing negara,” kata Trump di Gedung Putih. Namun, para pemimpin China “tidak tahu bagaimana melakukannya”.

Berita Terkait

Pemprov Sumut Siapkan APBD Untuk Beli 15 Kue Tart Dengan Anggaran Rp 48 Juta
Prabowo Utus 4 Tokoh Untuk Hadiri Pemakaman Paus Fransiskus
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tajam Menyentuh Rp1,84 Juta per Gram
Bagaimana Industri Kreatif Indonesia Merambah Pasar Global?
Mitos dan Legenda Tersembunyi dari Berbagai Belahan Dunia
Mitos dan Legenda Tersembunyi dari Berbagai Belahan Dunia
Perdana Menteri Israel Menolak Gencatan Senjata, Bersumpah untuk Terus Bertempur sampai Menang
Elon Musk Beri Akses Starlink untuk Organisasi Bantuan di Gaza
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Thursday, 11 December 2025 - 14:09 WIB

Dari Ide ke Eksekusi Viral Bersama clippervideo.id

Thursday, 11 December 2025 - 13:46 WIB

Dari Proses Editing ke Ledakan Viewers Bersama clippervideo.id

Thursday, 11 December 2025 - 13:27 WIB

Dari Rekaman Panjang ke Klip Viral Bersama clippervideo.id

Thursday, 11 December 2025 - 12:02 WIB

Mengawal Perjalanan Video dari Awal hingga Viral Bersama clippervideo.id

Thursday, 11 December 2025 - 11:42 WIB

Dari Kamera ke Ribuan Like Bersama clippervideo.id

Wednesday, 10 December 2025 - 13:48 WIB

Dari Hasil Shooting ke Konten Siap Monetisasi Bersama clippervideo.id

Wednesday, 10 December 2025 - 13:27 WIB

Dari Rekaman Tanpa Arah Jadi Konten Tepat Sasaran Bersama clippervideo.id

Wednesday, 10 December 2025 - 11:54 WIB

Dari File Mentah ke Konten Berkualitas Tinggi Bersama clippervideo.id

Berita Terbaru

clippervideo.id

Dari Ide ke Eksekusi Viral Bersama clippervideo.id

Thursday, 11 Dec 2025 - 14:09 WIB

clippervideo.id

Dari Proses Editing ke Ledakan Viewers Bersama clippervideo.id

Thursday, 11 Dec 2025 - 13:46 WIB

clippervideo.id

Dari Rekaman Panjang ke Klip Viral Bersama clippervideo.id

Thursday, 11 Dec 2025 - 13:27 WIB

clippervideo.id

Mengawal Perjalanan Video dari Awal hingga Viral Bersama clippervideo.id

Thursday, 11 Dec 2025 - 12:02 WIB

clippervideo.id

Dari Kamera ke Ribuan Like Bersama clippervideo.id

Thursday, 11 Dec 2025 - 11:42 WIB