Martha Tilaar Dimakamkan Hari Ini di San Diego Hills, Berdampingan dengan Sang Suami

- Redaksi

Friday, 16 October 2026 - 10:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Martha Tilaar semasa hidup. Pendiri Martha Tilaar Group itu dimakamkan Jumat (16/10/2026) di San Diego Hills Memorial Park, Karawang. (Foto: Kemenristek/BRIN via Wikimedia Commons, domain publik).

Martha Tilaar semasa hidup. Pendiri Martha Tilaar Group itu dimakamkan Jumat (16/10/2026) di San Diego Hills Memorial Park, Karawang. (Foto: Kemenristek/BRIN via Wikimedia Commons, domain publik).

Pendiri Martha Tilaar Group, Dr. (H.C.) Martha Tilaar, dimakamkan pada Jumat (16/10/2026) di San Diego Hills Memorial Park, Karawang, Jawa Barat. Jenazah almarhumah dikebumikan berdampingan dengan makam suaminya, Prof. Alex Tilaar, yang berpulang sekitar tujuh tahun lalu.

Prosesi pemakaman dihadiri anak, cucu, kerabat, dan para kolega yang mencintainya, sebagaimana pernyataan resmi keluarga besar Martha Tilaar Group melalui akun Instagram @martha_tilaar. “Didampingi oleh anak, cucu, keluarga dan kolega yang mencintainya, DR. (H.C) Martha Tilaar akan dikebumikan pada hari Jumat, 16 Oktober 2026 di pemakaman keluarga, di Karawang,” tulis pernyataan tersebut.

Sebelum diberangkatkan ke Karawang, jenazah disemayamkan selama tiga hari di kediaman keluarga di kawasan Patra Kuningan, Jakarta Selatan. Rangkaian ibadat penghiburan dimulai pada Rabu malam dan berlanjut hingga Kamis (15/10/2026), sebelum prosesi pelepasan pada Jumat pagi.

ADVERTISEMENT

KOL Management

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdampingan dengan Sang Suami

Putra sulung almarhumah, Bryan Tilaar, mengungkapkan bahwa lahan pemakaman di San Diego Hills sejatinya sudah disiapkan keluarga sejak 2010. Selain sang ayah, orang tua Martha Tilaar juga telah beristirahat di kompleks makam keluarga tersebut.

“Iya betul, berdampingan di sebelah makam ayah saya, almarhum ayah saya,” kata Bryan di rumah duka, Rabu (14/10/2026), seperti dikutip sejumlah media.

Baca Juga :  China's Growing Influence in International Politics: Implications for the World Order

Bryan menyebut kepergian ibunya terjadi pada bulan yang sama dengan sang ayah. Prof. Alex Tilaar diketahui wafat pada 30 Oktober 2019. “Almarhum ayah saya wafat di akhir Oktober, Ibu ini kurang lebih dua minggu sebelum ayah saya wafat gitu ya,” tutur Bryan.

“Sudah ketemu almarhum ayah kita, partner in life. Jadi sudah senang bersama almarhum Bapak Alex Tilaar,” lanjutnya dengan suara bergetar.

Wasiat Terakhir: Disemayamkan di Rumah

Keputusan menyemayamkan jenazah di kediaman pribadi Patra Kuningan merupakan amanah terakhir almarhumah. Rumah tersebut dibangun dan dirawat bersama sang suami semasa hidup, sehingga memiliki makna mendalam bagi keluarga.

“Kenapa hari ini persemayamannya ada di rumah, di kediaman? Karena memang pesan almarhumah itu adalah di rumah. Mau balik ke rumahnya dulu, rumah yang dicintai yang dibangun bersama-sama,” jelas Bryan.

Sejak Rabu siang, rumah duka dipenuhi pelayat. Sejumlah kerabat, sahabat, dan tokoh masyarakat datang menyampaikan belasungkawa. Karangan bunga dari kalangan dunia usaha, industri kecantikan, dan hiburan menghiasi kediaman tersebut. Bryan menyambut langsung para pelayat yang datang memberikan penghormatan terakhir.

Putra bungsu almarhumah, Kilala Tilaar, menyampaikan permohonan doa kepada masyarakat. “Kami mohon doanya supaya Ibu juga nanti damai di sisi Tuhan,” ujar Kilala, sebagaimana dilaporkan ANTARA.

Baca Juga :  Rafale di Langit Merah Putih, Bukti Indonesia Semakin Kuat Menjaga Kedaulatan

Warisan Sang Perintis Kosmetik Nusantara

Martha Tilaar mengembuskan napas terakhir pada Rabu (14/10/2026) pukul 06.22 WIB di RS Medistra, Jakarta Selatan, dalam usia 89 tahun. Ia sempat menjalani perawatan di rumah sakit selama delapan hingga sembilan hari. Selain asma yang diperparah polusi udara, almarhumah juga mengalami komplikasi pendarahan yang memengaruhi kondisinya.

Lahir dengan nama Martha Handana pada 4 September 1937 di Gombong, Kebumen, Jawa Tengah, ia merintis karier dari salon sederhana di garasi rumah orang tuanya di Menteng pada 1970. Pada 1977, ia mendirikan PT Martina Berto dan melahirkan merek Sariayu yang kemudian melegenda.

Di bawah kepemimpinannya, Martha Tilaar Group tumbuh menjadi salah satu konglomerasi kecantikan terkemuka di Indonesia. Ia konsisten menerapkan empat pilar bisnis, yakni Beauty Education, Beauty Green, Beauty Culture, dan Empowering Women, serta melatih ribuan perajin dan terapis lokal agar mandiri secara ekonomi.

“Kami siap melanjutkan visi beliau, bagaimana memajukan industri kecantikan Indonesia sekaligus memberi dampak positif bagi para pemangku kepentingan lain, terutama para petani penghasil bahan baku lokal,” tegas Kilala.

Selamat jalan, Ibu Martha Tilaar. Cantiknya jiwa ragamu akan selalu dikenang.

Sumber Berita: ntvnews.id, grid.id, faktualid.com, investor.id, ceknricek.tv, beritaprioritas.com, bloombergtechnoz.com, fortuneidn.com

Berita Terkait

Asap Karhutla Meluas ke Singapura dan Malaysia, Belum Jadi Bencana Nasional
Motor Meledak Saat Kabur dari Pengejaran, Dua Pencuri Motor di Koja Diamankan Polisi
Rosslaw Indonesia – Platform Belajar Hukum dan Legal AI untuk Mahasiswa Indonesia
Modus Bujukan Saat Hendak Les, 2 Bocah di Jakbar Diculik dan Kalungnya Disita Pelaku
Indonesia Beri Penghormatan kepada Pasukan Jepang, Menhan Sjafrie: Kerja Sama Pertahanan Hadir untuk Kemanusiaan
Polda Banten Usut Kasus Penimbunan Solar Subsidi di Serang Modus Kencingan
Satpol PP Bogor Amankan Terminal Cibinong, 1.482 Botol Miras Disita dari Toko Kelontong
Sempat Diamankan Warga, Pria Diduga Transaksi Narkoba di Bogor Kini Ditangani Polisi
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 14 October 2026 - 16:14 WIB

Asap Karhutla Meluas ke Singapura dan Malaysia, Belum Jadi Bencana Nasional

Monday, 5 October 2026 - 18:49 WIB

TNI Perkenalkan PDU Baru di HUT ke-81, Setiap Detail Seragam Punya Makna

Wednesday, 30 September 2026 - 19:00 WIB

Indonesia Beri Penghormatan kepada Pasukan Jepang, Menhan Sjafrie: Kerja Sama Pertahanan Hadir untuk Kemanusiaan

Saturday, 26 September 2026 - 18:17 WIB

Bikin Merinding! Rahmat Erwin Bawa Indonesia Raih Emas Kedua Asian Games 2026

Friday, 25 September 2026 - 23:01 WIB

Jadi Tuan Rumah ASEAN Cup 2026, Indonesia Sambut Asia Tenggara dengan Kekayaan Budaya

Friday, 25 September 2026 - 00:46 WIB

Begitu Kabar Emas Datang, Presiden Prabowo Langsung Apresiasi Perjuangan Atlet Indonesia

Tuesday, 15 September 2026 - 18:13 WIB

Momen Diplomasi Pertahanan RI–Jepang di Mempawah, Sjafrie Temui Langsung Pasukan Jepang

Sunday, 2 August 2026 - 21:11 WIB

Gunakan Teknik Vertical Rescue, TNI Angkat Jenazah Warga dari Dasar Longsoran Yahukimo

Berita Terbaru

Ilustrasi: citra satelit sebaran asap karhutla di Kalimantan pada 2019. (Foto: NASA via Wikimedia Commons)

Internasional

Asap Karhutla Meluas ke Singapura dan Malaysia, Belum Jadi Bencana Nasional

Wednesday, 14 Oct 2026 - 16:14 WIB