Anak Krakatau erupsi 31 Oktober 2026
Gunung Anak Krakatau kembali erupsi pada Sabtu malam 31 Oktober 2026. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat 12 kali erupsi beruntun dalam waktu sekitar dua jam, dari pukul 18.30 WIB sampai 20.39 WIB.
Karena itu, status gunung tetap Level III atau Siaga. PVMBG juga menegaskan larangan aktivitas dalam radius 5 km dari pusat erupsi masih berlaku.
Apa yang dicatat PVMBG
Keterangan pers PVMBG lewat MAGMA Indonesia menyebut peningkatan aktivitas itu terjadi secara beruntun. Meski begitu, tinggi kolom erupsi tidak teramati secara visual.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, petugas tidak mendengar suara dentuman maupun gemuruh selama rangkaian erupsi tersebut. Artinya, data utama malam itu berasal dari pemantauan instrumen, bukan dari pengamatan visual kolom letusan.
Kenapa angka di laporan bisa berbeda
Pembaca mungkin menemukan angka yang berbeda di laporan lain. Perbedaan itu muncul karena waktu cutoff yang berbeda atau karena daftar kejadian per peristiwa yang dikutip.
Artikel ini berpatokan pada keterangan pers PVMBG yang menyebut 12 kali erupsi beruntun pada rentang 18.30 sampai 20.39 WIB. Angka lain tidak dijadikan angka final di sini.
Zona larangan yang masih berlaku
PVMBG melarang masyarakat, wisatawan, dan pendaki memasuki atau melakukan kegiatan dalam radius 5 km dari pusat erupsi. Larangan juga berlaku dalam radius 1 km dari pulau baru di sektor barat laut dan tenggara.
Bahaya yang diwaspadai meliputi lontaran batu pijar, hujan abu lebat, dan potensi erupsi sekunder. Karena itu, kawasan di sekitar pusat erupsi bukan tempat wisata atau tempat berkumpul saat status Siaga berlaku.
Imbauan soal hoaks tsunami
PVMBG secara khusus mengimbau masyarakat pesisir Lampung tetap tenang. Masyarakat diminta tidak mempercayai isu atau hoaks tsunami yang beredar.
Kegiatan di luar kawasan terlarang dapat berjalan seperti biasa, selama mengikuti arahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Untuk perkembangan terbaru, pembaca sebaiknya merujuk pada kanal resmi PVMBG dan BPBD, bukan pada kabar yang belum terverifikasi.
Erupsi ini adalah lanjutan dari peningkatan aktivitas Anak Krakatau pada akhir Oktober 2026. Sebelumnya, gunung ini juga tercatat erupsi pada 28 Oktober 2026 dan 30 Oktober 2026. Karena itu, kewaspadaan tetap diperlukan, tanpa perlu panik dan tanpa menyebarkan kabar yang belum jelas sumbernya.
Sumber Berita: PVMBG, Badan Geologi, MAGMA Indonesia, BPBD Lampung Selatan











