Asap Karhutla Meluas ke Singapura dan Malaysia, Belum Jadi Bencana Nasional

- Redaksi

Wednesday, 14 October 2026 - 16:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi: citra satelit sebaran asap karhutla di Kalimantan pada 2019. (Foto: NASA via Wikimedia Commons)

Ilustrasi: citra satelit sebaran asap karhutla di Kalimantan pada 2019. (Foto: NASA via Wikimedia Commons)

Kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia kini menjadi persoalan lintas negara. Asap terpantau meluas hingga Singapura, Malaysia, dan wilayah selatan Filipina, sampai-sampai Malaysia membawa isu asap lintas batas ini ke pertemuan para menteri luar negeri ASEAN.

Di dalam negeri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan 663,61 hektare lahan di enam provinsi masih dalam proses pemadaman. Data per 13 Oktober 2026 itu diumumkan dalam konferensi pers di Kemenko Polkam pada Rabu pagi, 14 Oktober 2026. Meski demikian, pemerintah menyatakan belum akan menetapkan karhutla sebagai bencana nasional.

Malaysia Bawa Isu Asap ke Forum ASEAN

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim pada Kamis (8/10/2026) mengumumkan telah menghubungi Presiden Prabowo Subianto untuk membahas karhutla di Kalimantan dan Sumatra yang kabut asapnya berdampak hingga Malaysia dan Singapura. Komunikasi itu dilanjutkan Menteri Luar Negeri Indonesia dengan mitranya dari Malaysia.

ADVERTISEMENT

KOL Management

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pembicaraan tersebut, pihak Indonesia menjelaskan kondisi karhutla, langkah penanggulangan yang ditempuh, serta tantangan di lapangan, termasuk jarak pandang yang sangat buruk sehingga menghambat operasi pemadaman dari udara. Malaysia mengakui pemerintah Indonesia sudah berupaya maksimal memadamkan kebakaran, namun Kuala Lumpur tetap berharap Indonesia dapat mengambil langkah yang lebih efektif karena dampak kabut asap dirasakan masyarakatnya.

Baca Juga :  Moerahnie.com Jaminan Kualitas untuk Setiap Produk Import Anda

Filipina yang kini memegang keketuaan ASEAN dilaporkan menyatakan isu ini masuk dalam agenda pembahasan. Sebagai latar, ASEAN sebenarnya telah memiliki Persetujuan ASEAN tentang Pencemaran Asap Lintas Batas yang disepakati pada 2002. Usulan Malaysia berfokus pada kebutuhan agar persoalan kabut asap memperoleh tempat yang lebih jelas dalam kerangka respons bencana kawasan.

663,61 Hektare Masih Terbakar

Data terbaru BNPB mencatat total 663,61 hektare lahan di enam provinsi prioritas yang masih harus dipadamkan. Rinciannya: Kalimantan Tengah 7,80 hektare lahan gambut ber-hotspot dengan perhatian khusus pada Taman Nasional Tanjung Puting seluas 513,89 hektare, Sumatra Selatan 49,58 hektare, Kalimantan Selatan 10,20 hektare, Jambi 74,50 hektare, dan Kalimantan Barat 8,34 hektare. Sementara itu Provinsi Riau dinyatakan sudah tuntas tanpa titik api.

Baca Juga :  Mahasiswa Gelar Aksi Tuntut Pemecatan Sekda Wiriya Alrahman

Untuk mempercepat pemadaman, pemerintah mengerahkan 69.190 personel gabungan dari TNI, Polri, BNPB, pemerintah daerah, dan masyarakat. Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat pada Selasa (13/10/2026) menargetkan kebakaran dapat dipadamkan dalam beberapa pekan ke depan.

Belum Berstatus Bencana Nasional

Menanggapi desakan penetapan status bencana nasional, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Dudung Abdurachman menegaskan pemerintah belum berencana mengambil langkah tersebut. “Belum. Masih mampu kita mengatasi,” kata Dudung usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (12/10/2026).

Dari parlemen, Sekretaris Jenderal PKS Muhammad Kholid menilai kerja sama ASEAN patut dimanfaatkan untuk mempercepat penanganan, meski tanggung jawab utama tetap berada pada pemerintah Indonesia. Sementara itu anggota Komisi IV DPR Riyono meminta para pejabat daerah menjaga kepekaan sosial dalam menangani karhutla.

“Jaga perasaan masyarakat yang tiap hari mereka bertarung dengan asap,” ujar Riyono. Ia menekankan kesehatan dan keselamatan warga harus menjadi perhatian utama, dan penanganan karhutla adalah tugas bersama, bukan tugas sendiri-sendiri.

Berita Terkait

Motor Meledak Saat Kabur dari Pengejaran, Dua Pencuri Motor di Koja Diamankan Polisi
Rosslaw Indonesia – Platform Belajar Hukum dan Legal AI untuk Mahasiswa Indonesia
GBK Jadi Panggung Budaya Jelang Final Timnas Indonesia vs Thailand
Modus Bujukan Saat Hendak Les, 2 Bocah di Jakbar Diculik dan Kalungnya Disita Pelaku
Indonesia Beri Penghormatan kepada Pasukan Jepang, Menhan Sjafrie: Kerja Sama Pertahanan Hadir untuk Kemanusiaan
Polda Banten Usut Kasus Penimbunan Solar Subsidi di Serang Modus Kencingan
Satpol PP Bogor Amankan Terminal Cibinong, 1.482 Botol Miras Disita dari Toko Kelontong
Sempat Diamankan Warga, Pria Diduga Transaksi Narkoba di Bogor Kini Ditangani Polisi
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Monday, 5 October 2026 - 20:06 WIB

GBK Jadi Panggung Budaya Jelang Final Timnas Indonesia vs Thailand

Saturday, 26 September 2026 - 18:17 WIB

Bikin Merinding! Rahmat Erwin Bawa Indonesia Raih Emas Kedua Asian Games 2026

Sunday, 2 November 2025 - 14:33 WIB

Rekomendasi Jasa Clipper Video – ClipperVideo.ID Terbaik di Indonesia

Wednesday, 22 January 2025 - 11:08 WIB

Kenali Berbagai Jenis Penyakit Kulit & Cara Mengatasinya

Tuesday, 21 January 2025 - 11:56 WIB

Memanfaatkan Tanaman Herbal: Manfaat dan Cara Menanamnya

Friday, 17 January 2025 - 08:47 WIB

Prediksi Cuaca Ekstrem 2025: Tips Serta Persiapannya

Wednesday, 15 January 2025 - 13:33 WIB

Bagaimana Industri Kreatif Indonesia Merambah Pasar Global?

Wednesday, 8 January 2025 - 11:53 WIB

Masa Depan Pekerjaan Jarak Jauh: Tren dan Prediksi untuk 2025

Berita Terbaru

Ilustrasi: citra satelit sebaran asap karhutla di Kalimantan pada 2019. (Foto: NASA via Wikimedia Commons)

Internasional

Asap Karhutla Meluas ke Singapura dan Malaysia, Belum Jadi Bencana Nasional

Wednesday, 14 Oct 2026 - 16:14 WIB