Anak Krakatau Level Siaga, Radius 5 Km Dilarang untuk Aktivitas

- Redaksi

Tuesday, 27 October 2026 - 14:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNG SELATAN, XWARTA. Gunung Anak Krakatau Level Siaga masih berlaku pada Selasa, 27 Oktober 2026. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan status gunung api di Selat Sunda itu pada Level III (Siaga). Statusnya naik dari Waspada pada 9 Oktober 2026 pukul 21.00 WIB. Selain itu, larangan aktivitas di sekitar kawah aktif tetap berlaku demi keselamatan masyarakat.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau, Suwarno, menyampaikan pada Selasa, 27 Oktober 2026, bahwa erupsi masih terus terjadi. Ia menegaskan masyarakat, nelayan, dan wisatawan dilarang memasuki kawah aktif. Mereka juga dilarang melakukan aktivitas apa pun dalam radius 5 kilometer dari pusat kawah aktif. Selanjutnya, larangan itu berlaku selama rekomendasi keselamatan resmi masih berlaku. Larangan itu tidak boleh ditawar dengan alasan jarak pandang yang terlihat aman dari kejauhan.

Anak Krakatau Level Siaga dan Zona Larangan 5 Km

Selain larangan dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi, PVMBG juga menetapkan zona steril radius 1 kilometer. Zona itu meliputi daratan atau pulau baru di sektor barat laut dan tenggara Gunung Anak Krakatau. Zona tambahan ini ditetapkan untuk mengantisipasi lontaran batu pijar dan kontak material panas. Di dalam radius bahaya, potensi yang perlu diwaspadai meliputi lontaran material pijar dan hujan abu lebat. Potensi lainnya adalah aliran lava dan erupsi sekunder. Erupsi sekunder dapat terjadi akibat kontak lava panas dengan air laut maupun air hujan.

Pengamatan terhadap gunung api ini dilakukan secara intensif selama 24 jam. Pengamatan dilakukan baik secara visual maupun instrumental. Hasil pemantauan tersebut menjadi dasar petugas dalam menilai perkembangan aktivitas. Hasil itu juga menjadi dasar untuk menentukan langkah mitigasi dan memperbarui rekomendasi keselamatan. Karena itu, masyarakat dan wisatawan diminta tidak menaksir sendiri batas aman. Mereka tidak boleh hanya mengacu pada siluet gunung atau perkiraan mata. Selain itu, mereka tidak boleh mengikuti tawaran perjalanan yang mengklaim boleh mendekati kawah.

Tenang, Waspada, dan Jangan Percaya Hoaks Tsunami

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di kawasan pesisir Lampung dan Banten mengimbau warga agar tetap tenang. Warga juga diminta meningkatkan kewaspadaan dan tidak termakan isu bohong atau hoaks mengenai potensi tsunami akibat aktivitas vulkanik ini. Selanjutnya, warga diminta tidak menyebarkan informasi yang sumbernya tidak jelas. Warga harus selalu mengacu pada data resmi lembaga berwenang sebelum mengambil langkah apa pun.

Penting dipahami, erupsi Gunung Anak Krakatau tidak secara otomatis menyebabkan tsunami. Kabar yang menghubungkan setiap erupsi dengan tsunami tanpa dasar data resmi perlu diperiksa kebenarannya terlebih dahulu. Sementara itu, warga pesisir tetap dapat beraktivitas seperti biasa dengan mengikuti arahan BPBD setempat. Mereka juga harus terus memantau perkembangan resmi agar tidak panik dan tidak lengah pada saat yang bersamaan.

Baca Juga :  Memasuki Usia Kehamilan ke 6 Bulan, Kiki Amalia Ngidam Ingin Selalu Dekat Suami

Catatan Erupsi Oktober 2026

Rangkaian aktivitas pada Oktober 2026 menunjukkan gunung ini masih aktif. Pada Minggu, 18 Oktober 2026, Gunung Anak Krakatau mengalami enam kali erupsi. Kolom abu tertinggi mencapai 657 meter. Pada Selasa, 20 Oktober 2026, erupsi tercatat antara lain pada pukul 06.27 WIB, 06.40 WIB, dan 12.28 WIB. Sehari kemudian, pada Rabu, 21 Oktober 2026 pukul 11.45 WIB, erupsi kembali terjadi. Kolom abu saat itu sekitar 500 meter di atas puncak dan berwarna hitam dengan intensitas tebal.

Selama Anak Krakatau Level Siaga masih berlaku, patuhi zona larangan 5 kilometer dari kawah aktif. Patuhi pula zona steril 1 kilometer dari pulau baru di sektor barat laut dan tenggara. Pantau pembaruan resmi secara berkala melalui MAGMA Indonesia, PVMBG, dan Badan Geologi. Selain itu, jangan jadikan kabar yang belum terverifikasi sebagai dasar untuk panik atau untuk mendekati kawasan berbahaya.

Sumber Berita: Kompas, PVMBG, MAGMA Indonesia, Badan Geologi

Berita Terkait

Follow-up OTT KPK BNPB: Surat ke Panglima TNI Sudah Dikirim, Balasan Tertulis Masih Ditunggu
Operasi Patuh 2026 Digelar Serentak, Lawan Arus Jadi Prioritas Utama Penindakan
IHSG Berbalik Menguat 0,94 Persen ke 5.328 Usai BI Tahan Suku Bunga 5,75 Persen
KPK Surati Panglima TNI, Dua Prajurit Aktif Diduga Terlibat Korupsi Dana Bencana BNPB
Mahasiswa Angkat Tiga Jari di Tugu Tani, Aksi 2 Tahun Prabowo-Gibran Suarakan 5 Tuntutan
Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran Hari Ini, Mahasiswa 9 Kampus Bawa 5 Tuntutan
IHSG Jebol ke Bawah 5.000 Hari Ini, Terlemah di Asia
Prabowo Lantik 9 Pejabat Negara: Kepala BNPB Baru, Dua Wamenhan, hingga KSAD Baru
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Tuesday, 27 October 2026 - 14:24 WIB

Anak Krakatau Level Siaga, Radius 5 Km Dilarang untuk Aktivitas

Monday, 26 October 2026 - 16:00 WIB

Follow-up OTT KPK BNPB: Surat ke Panglima TNI Sudah Dikirim, Balasan Tertulis Masih Ditunggu

Monday, 26 October 2026 - 14:59 WIB

Operasi Patuh 2026 Digelar Serentak, Lawan Arus Jadi Prioritas Utama Penindakan

Thursday, 22 October 2026 - 15:00 WIB

IHSG Berbalik Menguat 0,94 Persen ke 5.328 Usai BI Tahan Suku Bunga 5,75 Persen

Thursday, 22 October 2026 - 10:55 WIB

KPK Surati Panglima TNI, Dua Prajurit Aktif Diduga Terlibat Korupsi Dana Bencana BNPB

Tuesday, 20 October 2026 - 11:31 WIB

Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran Hari Ini, Mahasiswa 9 Kampus Bawa 5 Tuntutan

Monday, 19 October 2026 - 16:25 WIB

IHSG Jebol ke Bawah 5.000 Hari Ini, Terlemah di Asia

Friday, 16 October 2026 - 15:00 WIB

Prabowo Lantik 9 Pejabat Negara: Kepala BNPB Baru, Dua Wamenhan, hingga KSAD Baru

Berita Terbaru

Nasional

Anak Krakatau Level Siaga, Radius 5 Km Dilarang untuk Aktivitas

Tuesday, 27 Oct 2026 - 14:24 WIB