Indonesia Beri Penghormatan kepada Pasukan Jepang, Menhan Sjafrie: Kerja Sama Pertahanan Hadir untuk Kemanusiaan

- Redaksi

Wednesday, 30 September 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin berjabat tangan dengan delegasi Jepang di atas kapal JS Kunisaki

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin berjabat tangan dengan delegasi Jepang di atas kapal JS Kunisaki

Mempawah – Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin atas nama negara menganugerahkan Tanda Kehormatan Republik Indonesia Satyalancana Dharma Samudera kepada personel Japan Maritime Self-Defense Force (JMSDF) yang telah memberikan dharma bakti dalam mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Indonesia.

Penganugerahan tanda kehormatan tersebut dilaksanakan pada Rabu (30/9/2026) di atas kapal JMSDF JS Kunisaki yang bersandar di Pelabuhan Internasional Kijing, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Upacara ini turut dihadiri oleh Duta Besar Jepang untuk Republik Indonesia Ueno Atsushi beserta delegasi dari kedua negara.

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan sambutan di hadapan personel JMSDF
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan sambutan di hadapan personel JMSDF.

Pemberian Satyalancana Dharma Samudera merupakan bentuk penghargaan resmi dari Pemerintah Republik Indonesia atas kontribusi luar biasa personel JMSDF dalam mendukung upaya kemanusiaan penanggulangan bencana karhutla. Sebanyak 361 personel Japan Disaster Relief (JDR) tercatat menerima penghargaan tersebut, di mana 92 personel hadir secara langsung sebagai perwakilan dalam pelaksanaan upacara.

Dalam pelaksanaannya, penyematan tanda kehormatan secara simbolis diberikan kepada tiga perwakilan utama pimpinan JDR, yaitu Commander, Deployed Task Force Col. Nakahara Shunji; Commander, Maritime Deployed Task Force Col. (Navy Captain) Noma Toshihide; serta Commander, Aviation Unit Lt. Col. Wakatsuki Shinichi.

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menyematkan Satyalancana Dharma Samudera kepada perwakilan pimpinan Japan Disaster Relief
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menyematkan Satyalancana Dharma Samudera kepada perwakilan pimpinan Japan Disaster Relief.

Menhan Sjafrie menegaskan bahwa kehadiran bantuan dan pengerahan unsur JMSDF ini merupakan wujud konkret dari implementasi hubungan bilateral serta Kerja Sama Pertahanan (Defense Cooperation Agreement/DCA) antara Indonesia dan Jepang, baik yang sedang berjalan maupun di masa depan. Kerja sama pertahanan tidak hanya diwujudkan melalui dialog atau latihan militer semata, tetapi juga diterjemahkan secara nyata ke dalam aksi kemanusiaan di saat masyarakat menghadapi krisis, berlandaskan pada prinsip mutual respect dan mutual benefit.

Baca Juga :  Bukan Sekadar Membantu, Deddy Corbuzier Kembalikan Panggung dan Harapan Pesulap Senior 65 Tahun
Pertemuan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin bersama pimpinan TNI dan delegasi Jepang di atas kapal JS Kunisaki
Pertemuan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin bersama pimpinan TNI dan delegasi Jepang di atas kapal JS Kunisaki.

Dalam pelaksanaan operasionalnya di lapangan, seluruh dukungan alutsista helikopter CH-47 yang dikirimkan oleh pihak Jepang diintegrasikan secara cermat dan berada di bawah kendali Satuan Tugas (Satgas) TNI untuk membantu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Meskipun kemampuan nasional Indonesia tetap dikerahkan secara penuh, integrasi dukungan internasional ini memastikan agar penanganan titik api dan perlindungan terhadap masyarakat dapat berjalan semakin cepat, terkoordinasi, serta efektif.

Personel Japan Disaster Relief (JDR) mengikuti upacara penganugerahan Satyalancana Dharma Samudera
Personel Japan Disaster Relief (JDR) mengikuti upacara penganugerahan Satyalancana Dharma Samudera.

Kehadiran Menhan RI di atas kapal JS Kunisaki sekaligus menjadi momentum untuk menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas respons cepat dan soliditas yang ditunjukkan tentara Jepang. Penganugerahan ini mencerminkan eratnya hubungan kerja sama bilateral, di mana solidaritas internasional menjadi etika berbangsa yang saling menguatkan dalam menghadapi tantangan kebencanaan. (Biro Infohan Setjen Kemhan)

Berita Terkait

Motor Meledak Saat Kabur dari Pengejaran, Dua Pencuri Motor di Koja Diamankan Polisi
Rosslaw Indonesia – Platform Belajar Hukum dan Legal AI untuk Mahasiswa Indonesia
GBK Jadi Panggung Budaya Jelang Final Timnas Indonesia vs Thailand
Modus Bujukan Saat Hendak Les, 2 Bocah di Jakbar Diculik dan Kalungnya Disita Pelaku
Polda Banten Usut Kasus Penimbunan Solar Subsidi di Serang Modus Kencingan
Satpol PP Bogor Amankan Terminal Cibinong, 1.482 Botol Miras Disita dari Toko Kelontong
Sempat Diamankan Warga, Pria Diduga Transaksi Narkoba di Bogor Kini Ditangani Polisi
Jadi Tuan Rumah ASEAN Cup 2026, Indonesia Sambut Asia Tenggara dengan Kekayaan Budaya
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terbaru