JAKARTA, xwarta.com – Ribuan mahasiswa dari sembilan kampus besar turun ke jalan pada Selasa (20/10/2026) untuk mengevaluasi dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Demo dua tahun Prabowo-Gibran ini digelar di dua titik di Jakarta Pusat dengan membawa lima tuntutan utama.
Aliansi mahasiswa yang tergabung dalam Komite Selamatkan Daulat Rakyat (Sadar) mengawali aksi demo dua tahun Prabowo-Gibran dengan kegiatan simbolik di Tugu Proklamasi, Menteng, pada pukul 09.00 WIB. Aksi kemudian berlanjut ke aksi massa di kawasan Tugu Tani pada pukul 15.00 WIB.
9 Kampus Turun ke Jalan dalam Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran
Komite Sadar beranggotakan sembilan organisasi mahasiswa, yaitu BEM Universitas Indonesia (UI), Keluarga Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (KM ITB), mahasiswa Universitas Padjadjaran, BEM Universitas Diponegoro, BEM Universitas Negeri Semarang, Sema Universitas Gadjah Mada, BEM UPN Veteran Yogyakarta, BEM Universitas Airlangga, dan Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua BEM UI Yatalathof Imawan menjelaskan peserta aksi di Jakarta diperkirakan mencapai sekitar 500 orang. Kampus lain memilih menggelar aksi solidaritas di daerah masing-masing sebelum bergabung dalam gerakan besar nasional.
5 Tuntutan Mahasiswa
Dalam siaran persnya, Komite Sadar membawa lima tuntutan yang disebut sebagai potret kedaulatan rakyat yang tergerus. Pertama, menetapkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta banjir sebagai bencana nasional, memulihkan kesehatan warga terdampak, dan mencabut izin korporasi yang bertanggung jawab.
Kedua, membenahi tata kelola kebijakan ekonomi dan memulihkan kepercayaan pasar. Ketiga, menghentikan pembatasan kebebasan berpendapat. Keempat, memberantas korupsi, kolusi, dan nepotisme. Kelima, menurunkan biaya pendidikan, kesehatan, dan layanan publik serta memeratakan aksesnya.
Hasil Survei 560 Responden
Tuntutan tersebut disusun berdasarkan survei terhadap 560 responden dari Sumatera hingga Papua. Hasilnya, 78,8 persen responden menilai pemerintahan beserta kabinetnya gagal.
Isu deforestasi dan kebakaran hutan mendapat perhatian terbesar dengan 83,5 persen responden. Disusul tingginya harga kebutuhan pokok (71,1 persen), dugaan korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan (70,6 persen), mahalnya biaya pendidikan (67,4 persen), serta pembatasan kebebasan berpendapat (62,7 persen).
Sementara itu, kelompok buruh KSPSI dan KBPBI memastikan tidak ikut turun ke jalan dalam demo dua tahun Prabowo-Gibran hari ini. Di Banten, polisi mengimbau para pelajar untuk tidak ikut turun ke jalan.
Sumber Berita: Berita Menit, Mercu Swara, Daulat Rakyat, VIV











