Mahasiswa Angkat Tiga Jari di Tugu Tani, Aksi 2 Tahun Prabowo-Gibran Suarakan 5 Tuntutan

- Redaksi

Wednesday, 21 October 2026 - 13:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tugu Proklamasi di Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, titik awal rangkaian aksi simbolik mahasiswa pada Selasa (20/10/2026). (Foto: Wikimedia Commons/Gunawan Kartapranata, CC BY-SA 3.0)

Tugu Proklamasi di Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, titik awal rangkaian aksi simbolik mahasiswa pada Selasa (20/10/2026). (Foto: Wikimedia Commons/Gunawan Kartapranata, CC BY-SA 3.0)

JAKARTA, XWARTA.COM – Mahasiswa dari sembilan kampus yang tergabung dalam Komite Selamatkan Daulat Rakyat (Sadar) menggelar aksi 2 tahun Prabowo-Gibran di Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026). Aksi itu mengevaluasi dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Rangkaian aksi diawali aksi simbolik di Tugu Proklamasi pada pagi hari. Massa kemudian melanjutkan aksi di kawasan Tugu Tani, Menteng, mulai pukul 15.20 WIB. Peserta membentuk barisan setengah melingkar di halaman Monumen Patung Pahlawan dan menyampaikan orasi secara bergantian.

Koalisi ini menghimpun BEM Universitas Indonesia, Keluarga Mahasiswa ITB, mahasiswa Universitas Padjadjaran, BEM Universitas Diponegoro, BEM Universitas Negeri Semarang, Serikat Mahasiswa UGM, BEM UPN Veteran Yogyakarta, BEM Universitas Airlangga, dan Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya. BEM UI menargetkan sekitar 500 peserta dalam aksi tersebut.

ADVERTISEMENT

KOL Management

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aksi 2 Tahun Prabowo-Gibran: Lima Tuntutan dan Hasil Survei 560 Responden

Komite Sadar membawa lima tuntutan utama dalam aksi 2 tahun Prabowo-Gibran. Pertama, pemerintah diminta menetapkan karhutla dan banjir sebagai bencana nasional, memulihkan kesehatan warga, serta mengadili dan mencabut izin korporasi yang bertanggung jawab. Kedua, mahasiswa menuntut perbaikan tata kelola kebijakan ekonomi dan pemulihan kepercayaan pasar. Ketiga, massa meminta penghentian pembatasan kebebasan berpendapat. Keempat, mereka mendesak pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme. Kelima, mahasiswa menuntut penurunan biaya pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik serta pemerataan akses layanan.

Baca Juga :  7 Kisah Mistis Yang Terkenal Di Indonesia

Tuntutan itu disusun dari survei internal terhadap 560 responden dari berbagai wilayah, dari Sumatra hingga Papua. Ketua BEM UI Yatalathof Imawan menyebut 78,8 persen responden menilai pemerintahan Prabowo-Gibran beserta kabinetnya gagal. Sebanyak 71,1 persen responden menyoroti mahalnya harga kebutuhan pokok dan 62,7 persen menyoroti pembatasan kebebasan berpendapat.

Di Tugu Tani, Koordinator Sosial dan Politik BEM UI Hafidz Hernanda mengajak peserta mengangkat tiga jari sebagai simbol protes. “Tiga jari ini adalah lambang kemarahan kita dan kekecewaan kita, lambang perlawanan masyarakat atas pemimpin yang gagal,” seru Hafidz dalam orasinya. Sejumlah spanduk juga menuntut penghentian peran militer dalam program pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih. Arus lalu lintas di Jalan Kebon Sirih, Jalan Habib Ali Kwitang, dan Jalan Menteng Raya terpantau tersendat selama aksi berlangsung.

Baca Juga :  Mahasiswa Gelar Aksi Tuntut Pemecatan Sekda Wiriya Alrahman

9.505 Personel Disiagakan, Pemerintah Pamer Capaian

Polda Metro Jaya menyiagakan 9.505 personel gabungan untuk mengawal aksi tersebut. Rinciannya, 7.660 personel Polri, 1.540 personel TNI, 135 personel Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan 170 petugas pengamanan dalam. Kapolda Metro Jaya Komjen Dadang Hartanto menegaskan penyampaian pendapat merupakan hak warga negara yang harus dihormati dan difasilitasi. Polisi menerapkan pendekatan humanis dan persuasif serta menyiapkan rekayasa lalu lintas secara situasional.

Di hari yang sama, pemerintah memaparkan capaian dua tahun kepemimpinan Prabowo-Gibran. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani melaporkan realisasi investasi mencapai Rp3.923,2 triliun dan menyerap 5.485.944 tenaga kerja sejak triwulan IV 2024 hingga triwulan III 2026. Paparan capaian itu menjadi jawaban resmi pemerintah di tengah kritik mahasiswa soal ekonomi dan layanan dasar.

Sumber Berita: Kompas.com, Bloomberg Technoz, Gebrak.id, Tutur.co.id, Suara Garut, Pena Merdeka

Berita Terkait

Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran Hari Ini, Mahasiswa 9 Kampus Bawa 5 Tuntutan
IHSG Jebol ke Bawah 5.000 Hari Ini, Terlemah di Asia
Prabowo Lantik 9 Pejabat Negara: Kepala BNPB Baru, Dua Wamenhan, hingga KSAD Baru
Martha Tilaar Dimakamkan Hari Ini di San Diego Hills, Berdampingan dengan Sang Suami
Ledakan di Pasar Cimanggis Tangsel, 8 Orang Luka Dilarikan ke RS
Asap Karhutla Meluas ke Singapura dan Malaysia, Belum Jadi Bencana Nasional
Motor Meledak Saat Kabur dari Pengejaran, Dua Pencuri Motor di Koja Diamankan Polisi
Rosslaw Indonesia – Platform Belajar Hukum dan Legal AI untuk Mahasiswa Indonesia
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 21 October 2026 - 13:09 WIB

Mahasiswa Angkat Tiga Jari di Tugu Tani, Aksi 2 Tahun Prabowo-Gibran Suarakan 5 Tuntutan

Tuesday, 20 October 2026 - 11:31 WIB

Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran Hari Ini, Mahasiswa 9 Kampus Bawa 5 Tuntutan

Monday, 19 October 2026 - 16:25 WIB

IHSG Jebol ke Bawah 5.000 Hari Ini, Terlemah di Asia

Friday, 16 October 2026 - 15:00 WIB

Prabowo Lantik 9 Pejabat Negara: Kepala BNPB Baru, Dua Wamenhan, hingga KSAD Baru

Thursday, 15 October 2026 - 09:00 WIB

Ledakan di Pasar Cimanggis Tangsel, 8 Orang Luka Dilarikan ke RS

Wednesday, 14 October 2026 - 16:14 WIB

Asap Karhutla Meluas ke Singapura dan Malaysia, Belum Jadi Bencana Nasional

Tuesday, 13 October 2026 - 14:16 WIB

Motor Meledak Saat Kabur dari Pengejaran, Dua Pencuri Motor di Koja Diamankan Polisi

Wednesday, 7 October 2026 - 02:43 WIB

Rosslaw Indonesia – Platform Belajar Hukum dan Legal AI untuk Mahasiswa Indonesia

Berita Terbaru

Nasional

IHSG Jebol ke Bawah 5.000 Hari Ini, Terlemah di Asia

Monday, 19 Oct 2026 - 16:25 WIB