JAKARTA – IHSG menguat 0,94 persen pada penutupan perdagangan Rabu (21/10/2026) setelah sempat tertekan sepanjang sesi pertama. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 49,47 poin ke level 5.328,36, yang sekaligus menjadi titik tertinggi hari itu.
Pada sesi pertama, IHSG sempat melemah 0,84 persen ke 5.234,36 dan bahkan menyentuh titik terendah 5.185,36. Tekanan datang dari sentimen konsultasi MSCI soal opsi penurunan status pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi standalone market, ditambah aksi jual investor asing yang pada sesi pertama tercatat net sell Rp581,6 miliar.
Keputusan BI Menenangkan Pasar
Sentimen berbalik setelah Bank Indonesia mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur pada Rabu siang. BI menahan suku bunga acuan BI-Rate di level 5,75 persen, keputusan yang mengejutkan sebagian pelaku pasar karena mayoritas institusi memprediksi kenaikan ke 6 persen menyusul tekanan terhadap rupiah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
BI juga menaikkan suku bunga Deposit Facility sebesar 25 basis poin menjadi 5,00 persen, sementara Lending Facility dipertahankan di 6,50 persen. Kombinasi kebijakan itu dibaca pasar sebagai sinyal BI menjaga stabilitas tanpa mengorbankan pertumbuhan.
IHSG Menguat 0,94 Persen, Mayoritas Saham Menghijau
Pada penutupan perdagangan, sebanyak 369 saham menguat, 308 saham melemah, dan 116 saham stagnan. Nilai transaksi mencapai sekitar Rp17,9 triliun dengan volume 35,06 miliar saham. Jumlah saham yang menguat melampaui yang melemah, menandakan minat beli yang merata di berbagai sektor.
Indeks LQ45 ikut menguat 1,02 persen ke level 535,76. Dari sisi sektoral, sektor kesehatan memimpin penguatan dengan kenaikan 3,35 persen, disusul properti 1,77 persen, sedangkan sektor teknologi justru tertekan 1,12 persen.
Penguatan ini melanjutkan rebound tajam sehari sebelumnya, ketika IHSG ditutup melonjak 5,65 persen ke 5.278,88. Meski begitu, pelaku pasar masih mencermati perkembangan konsultasi MSCI yang tenggat masukannya dibuka hingga 30 April 2027.
Dengan demikian, IHSG menutup perdagangan Rabu dengan penguatan 0,94 persen setelah sempat tertekan pada sesi pertama. Keputusan BI menahan suku bunga acuan di 5,75 persen menjadi penopang utama pembalikan arah indeks pada sesi kedua.
Sumber Berita: suaragarut.id, feedberry.com, topik.id











