Operasi Patuh 2026 Digelar Serentak, Lawan Arus Jadi Prioritas Utama Penindakan

- Redaksi

Monday, 26 October 2026 - 14:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Korps Lalu Lintas Polri menggelar Operasi Patuh 2026 secara serentak mulai 26 Oktober sampai 8 November. Operasi Patuh 2026 ini menempatkan pemberantasan lawan arus sebagai prioritas utama penindakan di jalan raya.

Artinya, pengendara yang bergerak berlawanan dengan arah lalu lintas yang berlaku menjadi perhatian pertama petugas selama operasi berlangsung. Pola berkendara seperti itu menempatkan pengendara sendiri dan pengguna jalan lain dalam posisi yang saling berhadapan di jalur yang sama.

Operasi ini berlangsung serentak, sehingga pesan yang sampai kepada masyarakat pun sama di berbagai daerah. Selama periode 26 Oktober sampai 8 November, pengguna jalan perlu menata kembali kebiasaan berkendaranya dan memastikan arah perjalanannya sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

ADVERTISEMENT

KOL Management

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, Korlantas Polri menegaskan pendekatan penegakan yang berjalan selama operasi. Penegakan mengutamakan ETLE dan teguran simpatik. Pendekatan ini menempatkan ketertiban sebagai tujuan utama, bukan sekadar pemberian sanksi di lapangan.

Operasi Patuh 2026: Lawan Arus Jadi Prioritas Utama

Lawan arus menjadi prioritas utama karena perilaku ini langsung memotong alur lalu lintas yang sudah diatur. Ketika satu kendaraan bergerak melawan arah, kendaraan dari arah berlawanan harus menghindar, memperlambat laju, atau berpindah jalur secara mendadak. Kondisi seperti itu mempersempit ruang gerak pengguna jalan lain.

Karena itu, pengendara perlu merencanakan rute sejak awal. Jika rute yang biasa dilalui berubah menjadi satu arah, pengendara perlu mengikuti jalur yang sudah ditetapkan, meskipun jarak tempuhnya menjadi lebih jauh. Jalan memutar yang sesuai aturan jauh lebih aman daripada jalan pintas yang melawan arah.

Baca Juga :  Partai Serta Caleg yang Menutupi Riwayat Hidup Patut Dicurigai, Dinilai Tak Pantas Dipilih

Pengendara juga perlu memperhatikan rambu dan marka jalan sebelum memutuskan bermanuver. Rambu memberi arah yang jelas tentang jalur yang boleh dilalui. Marka jalan membantu pengendara membaca pembagian jalur dan batas pergerakan kendaraan. Dengan membaca rambu dan marka secara cermat, pengendara dapat menghindari keputusan yang berujung pada pelanggaran lawan arus.

Penegakan Lewat ETLE dan Teguran Simpatik

Korlantas Polri menjelaskan penegakan dalam operasi ini berjalan lewat ETLE dan teguran simpatik. ETLE bekerja sebagai sistem penegakan berbasis elektronik yang merekam pelanggaran lalu lintas. Teguran simpatik berjalan sebagai pendekatan persuasif yang mengingatkan pengendara secara langsung di lapangan.

Kombinasi kedua pendekatan ini menunjukkan penegakan tidak selalu berbentuk tilang di tempat. Dalam sebagian situasi, petugas dapat menyampaikan teguran yang mengedepankan sikap simpatik dan penjelasan yang mudah dipahami. Teguran seperti itu memberi kesempatan kepada pengendara untuk memahami kesalahannya dan memperbaiki perilakunya pada perjalanan berikutnya.

Namun, teguran simpatik bukan berarti pelanggaran dibiarkan begitu saja. Teguran tetap menjadi bagian dari penegakan, dan pengendara tetap perlu mempertanggungjawabkan perilakunya sesuai ketentuan yang berlaku. Untuk menghadapi ETLE, pengendara perlu membiasakan diri berkendara sesuai aturan setiap saat, bukan hanya saat melihat petugas di jalan.

Tilang Wajib Didampingi Personel Provos

Korlantas Polri juga menetapkan ketentuan tegas untuk penindakan tilang. Setiap penindakan tilang wajib didampingi personel Provos. Ketentuan ini berlaku sebagai pengawalan internal agar penindakan berjalan sesuai prosedur.

Baca Juga :  Arie Kriting dan Ernest Prakasa Terusik Soal Gibran di Pusaran Cawapres 2024

Bagi pengendara, ketentuan ini berarti penting untuk memperhatikan proses penindakan secara tenang. Pengendara dapat mengikuti arahan petugas, mendengarkan penjelasan yang disampaikan, dan menanyakan hal yang belum dipahami dengan sikap yang baik. Sikap kooperatif membantu proses penindakan berjalan tertib dan cepat selesai.

Keberhasilan Tidak Diukur dari Jumlah Pelanggaran

Kakorlantas Brigjen Pol Aries Syahbudin menegaskan keberhasilan operasi tidak diukur dari jumlah pelanggaran yang ditindak. Penegasan ini penting karena jumlah tilang yang tinggi bukan gambaran yang tepat tentang keberhasilan sebuah operasi lalu lintas.

Sebagai informasi tambahan, laporan mengenai pelaksanaan Operasi Patuh 2026 dapat dibaca melalui laporan pelaksanaan Operasi Patuh 2026. Laporan tersebut memuat gambaran umum tentang operasi yang digelar serentak pada periode yang sama.

Pada akhirnya, Operasi Patuh 2026 mengajak semua pengguna jalan untuk kembali pada kebiasaan paling dasar di jalan raya, yaitu bergerak sesuai arah yang berlaku, menghormati pengguna jalan lain, dan menerima penegakan sebagai bagian dari upaya menjaga ketertiban. Jika kebiasaan itu terjaga selama 26 Oktober sampai 8 November dan berlanjut setelah operasi berakhir, tujuan operasi ini dapat tercapai tanpa harus diukur dari banyaknya pelanggaran yang ditindak.

Sumber Berita: Korlantas Polri, Aktualita

Berita Terkait

Anak Krakatau Level Siaga, Radius 5 Km Dilarang untuk Aktivitas
Follow-up OTT KPK BNPB: Surat ke Panglima TNI Sudah Dikirim, Balasan Tertulis Masih Ditunggu
IHSG Berbalik Menguat 0,94 Persen ke 5.328 Usai BI Tahan Suku Bunga 5,75 Persen
KPK Surati Panglima TNI, Dua Prajurit Aktif Diduga Terlibat Korupsi Dana Bencana BNPB
Mahasiswa Angkat Tiga Jari di Tugu Tani, Aksi 2 Tahun Prabowo-Gibran Suarakan 5 Tuntutan
Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran Hari Ini, Mahasiswa 9 Kampus Bawa 5 Tuntutan
IHSG Jebol ke Bawah 5.000 Hari Ini, Terlemah di Asia
Prabowo Lantik 9 Pejabat Negara: Kepala BNPB Baru, Dua Wamenhan, hingga KSAD Baru
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Tuesday, 27 October 2026 - 14:24 WIB

Anak Krakatau Level Siaga, Radius 5 Km Dilarang untuk Aktivitas

Monday, 26 October 2026 - 16:00 WIB

Follow-up OTT KPK BNPB: Surat ke Panglima TNI Sudah Dikirim, Balasan Tertulis Masih Ditunggu

Monday, 26 October 2026 - 14:59 WIB

Operasi Patuh 2026 Digelar Serentak, Lawan Arus Jadi Prioritas Utama Penindakan

Thursday, 22 October 2026 - 15:00 WIB

IHSG Berbalik Menguat 0,94 Persen ke 5.328 Usai BI Tahan Suku Bunga 5,75 Persen

Thursday, 22 October 2026 - 10:55 WIB

KPK Surati Panglima TNI, Dua Prajurit Aktif Diduga Terlibat Korupsi Dana Bencana BNPB

Tuesday, 20 October 2026 - 11:31 WIB

Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran Hari Ini, Mahasiswa 9 Kampus Bawa 5 Tuntutan

Monday, 19 October 2026 - 16:25 WIB

IHSG Jebol ke Bawah 5.000 Hari Ini, Terlemah di Asia

Friday, 16 October 2026 - 15:00 WIB

Prabowo Lantik 9 Pejabat Negara: Kepala BNPB Baru, Dua Wamenhan, hingga KSAD Baru

Berita Terbaru

Nasional

Anak Krakatau Level Siaga, Radius 5 Km Dilarang untuk Aktivitas

Tuesday, 27 Oct 2026 - 14:24 WIB