Longsor Lumajang menewaskan seorang ayah dan putrinya pada Sabtu 31 Oktober 2026. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 2.285 bencana di Indonesia hingga 3 November 2026. Data longsor Lumajang 2.285 bencana ini menjadi peringatan keras di masa pancaroba. Warga di daerah rawan diminta meningkatkan kewaspadaan sebelum musim hujan datang penuh.
Longsor dini hari menimpa rumah yang sedang beristirahat
Tanah longsor terjadi pada Sabtu 31 Oktober 2026 pukul 01.00 WIB. Lokasinya di Dusun Jonggrang, Desa Tamanayu, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang. Hujan lebat mengguyur wilayah itu pada Jumat malam sebelumnya. Hujan turun mulai pukul 20.00 sampai 23.00 WIB. Kondisi lereng yang labil membuat material tanah runtuh dan menimpa rumah warga. Longsor pertama menimpa rumah satu keluarga yang sedang beristirahat. Longsor susulan kemudian menimbun rumah beserta penghuninya. Tebing yang longsor setinggi sekitar 10 meter. Panjang titik longsor sekitar 8 meter.
Dua korban dari satu keluarga
Dua warga meninggal dunia dalam peristiwa ini. Korban pertama adalah Imron Rosadi, laki-laki berusia 40 tahun. Korban kedua adalah putrinya, Hilya, perempuan berusia 9 tahun. Ibu korban selamat dari peristiwa itu. Kedua korban dievakuasi secara mandiri oleh warga. Keluarga kemudian memakamkan kedua korban. BNPB mencatat satu unit rumah mengalami rusak sedang. Pendataan sementara Pemerintah Kabupaten Lumajang mencatat dua rumah terdampak. Tim gabungan segera melakukan evakuasi korban dan pembersihan material longsoran. Tim itu terdiri atas Koramil Pronojiwo, pemerintah desa, Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana, dan masyarakat setempat.
Santunan dan penanganan di lapangan
Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyalurkan santunan duka total Rp20 juta. Santunan itu untuk dua korban jiwa dalam peristiwa ini. Pemprov juga menyalurkan paket sembako bagi keluarga terdampak. Bantuan semen dan bata disiapkan untuk pemulihan bangunan. TRC BPBD Kabupaten Lumajang terus melakukan penanganan di lokasi. Penanganan itu meliputi pengamanan lokasi dan kajian cepat. Petugas juga membersihkan material tanah yang menimpa rumah warga. Bantuan awal berupa terpal diberikan kepada warga terdampak. TRC BPBD berupaya membuka akses jalan Tamansari menuju Ibura ja. Akses itu sempat tertutup material longsor. BNPB menginformasikan jalur melalui Dampit, Malang, tidak dapat dilalui kendaraan. Genangan banjir di beberapa titik menjadi penyebabnya.
2.285 bencana hingga awal November
BNPB melaporkan 2.285 kejadian bencana di Indonesia hingga 3 November 2026. Pada 3 November 2026, BNPB mencatat 7 kejadian baru, sehingga totalnya menjadi 2.285. Pada 2 November 2026 tercatat 31 kejadian baru dari akhir pekan lalu. Rinciannya adalah 11 karhutla, 10 banjir, 7 cuaca ekstrem, dan 3 longsor. Tiga longsor baru itu terjadi di Simalungun, Banjarnegara, dan Malang. Eskalasi bencana hidrometeorologi dipicu cuaca ekstrem pada 31 Oktober sampai 2 November 2026. Banjir bandang melanda Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Tanggul jebol terjadi di Kota Bandung, Jawa Barat. Banjir di Lumajang berdampak pada 1.417 kepala keluarga. Banjir itu juga berdampak pada 1.417 rumah di delapan desa pada tiga kecamatan. Laman resmi BNPB menyediakan informasi kebencanaan terbaru di https://bnpb.go.id/.
Imbauan waspada di masa pancaroba
Memasuki masa peralihan musim, BNPB mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan ekstra. Imbauan itu terutama bagi warga di daerah rawan bencana. Daerah rawan itu meliputi bantaran sungai, lereng bukit, dan sekitar tanggul. Warga diminta waspada terutama ketika hujan deras berlangsung lama. Berdasarkan informasi BMKG yang disampaikan BNPB, sebagian wilayah mulai memasuki musim hujan pada awal November 2026. Potensi yang perlu diwaspadai meliputi hujan lebat disertai petir. Angin kencang atau puting beliung juga perlu diwaspadai. Banjir dan tanah longsor menjadi ancaman susulan yang nyata. Warga yang melihat retakan tanah di sekitar tebing diminta segera melapor. Laporan cepat membantu BPBD melakukan asesmen kebencanaan lebih awal.
Sumber Berita: Posbekasi, BNPB, BPBD Kabupaten Lumajang, Pemerintah Kabupaten Lumajang, Liputan6.












