IHSG Diproyeksi Lanjut Melemah Hari Ini, Analis Pasang Support 4.800

- Redaksi

Tuesday, 20 October 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, xwarta.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi melanjutkan pelemahan pada perdagangan Selasa (20/10/2026). Mayoritas analis menilai IHSG hari ini masih tertekan oleh ketidakpastian usulan MSCI yang akan mengubah klasifikasi pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.

Pada perdagangan Senin (19/10/2026), IHSG ditutup melemah 188,5 poin atau 3,64 persen ke level 4.996,61. Level tersebut merupakan yang terendah sejak 2020 atau era pandemi Covid-19, setelah indeks sempat menyentuh titik terendah 4.907,37 di tengah sesi.

Support IHSG Hari Ini di 4.800

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang memetakan support IHSG di 4.800-4.900, pivot di 4.900, dan resistance di 5.050. Menurutnya, tekanan masih berpotensi berlanjut terutama jika tekanan jual pada saham berkapitalisasi besar masih terjadi.

ADVERTISEMENT

KOL Management

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sebaliknya jika saham-saham dengan kapitalisasi besar mulai rebound, maka IHSG berpotensi untuk rebound di atas level 5.000 pada perdagangan Selasa,” ujar Alrich.

Baca Juga :  Memasuki Usia Kehamilan ke 6 Bulan, Kiki Amalia Ngidam Ingin Selalu Dekat Suami

Pandangan serupa disampaikan Pilarmas Investindo Sekuritas yang memasang support dan resistance di 4.800-5.075. CGS International Sekuritas Indonesia memperkirakan IHSG bergerak bervariasi cenderung melemah dengan support 4.870-4.740 dan resistance 5.120-5.250.

Ada Juga Peluang Rebound

Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana melihat peluang berbeda. Ia menilai IHSG masih berpeluang menguat dalam jangka pendek untuk menguji area 5.046 hingga 5.133. Namun ia juga mengingatkan potensi pembalikan arah yang dapat menyeret indeks ke kisaran 4.766 hingga 4.846.

Sementara itu, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova memperkirakan koreksi belum berakhir. IHSG mendekati target Fibonacci 200 persen di level 4.737, dengan support di 4.900, 4.767, dan 4.629.

Praktisi pasar modal William Hartanto menilai IHSG masih berada dalam tren strong bearish dengan volatilitas tinggi. Menurutnya, posisi indeks di bawah 5.000 menunjukkan technical rebound belum mengubah arah tren pelemahan.

Baca Juga :  BREAKING NEWS! Satgas PKH Pastikan Penindakan Tetap Berjalan, Fokus Selamatkan Aset Negara

Investor Menanti Langkah BEI

Dari sisi sentimen, investor menanti kejelasan reformasi lanjutan Bursa Efek Indonesia (BEI). BEI berencana mengeluarkan 80 saham kategori High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan IHSG. Saham-saham itu memiliki bobot sekitar 18 persen terhadap indeks.

Kebijakan tersebut ditujukan untuk meningkatkan transparansi dan kredibilitas indeks, dan bukan merupakan penghapusan pencatatan saham atau delisting. BEI sebelumnya juga mengubah batas auto rejection bawah (ARB) menjadi 7 persen.

Tekanan pasar juga tercermin dari arus dana asing yang keluar hampir US$5,1 miliar atau sekitar Rp92,5 triliun sepanjang tahun ini. Imbal hasil obligasi negara (SUN) tenor 10 tahun naik ke 7,47 persen, level tertinggi sejak 11 Juni lalu.

Sumber Berita: Kontan, Investor Daily, Bloomberg Technoz, Fortune Indonesia

Berita Terkait

Longsor Lumajang Tewaskan Ayah dan Anak, BNPB Catat 2.285 Bencana hingga 3 November
12 Provinsi Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan November 2026, DKI Berlaku sampai 31 Desember
Tenggat 60 Hari Suket Gibran: Hitungan Belum Berjalan, PK Tidak Menangguhkan Eksekusi
MA Batalkan Konferensi Pers Penjelasan Putusan Suket Gibran
Anak Krakatau Erupsi 12 Kali pada Sabtu Malam, Status Tetap Siaga
Sidang Dakwaan Silmy Karim: Kode Malaikat dan Menteri RAMA Terungkap di Pengadilan
KPK Periksa Sestama BNPB Rustian dan Tujuh Saksi Lain dalam Kasus Dana Siap Pakai
Aksi #IndonesiaSadar Akan Digelar di Jakarta pada Hari Sumpah Pemuda, Ini Lima Tuntutannya
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 4 November 2026 - 12:01 WIB

Longsor Lumajang Tewaskan Ayah dan Anak, BNPB Catat 2.285 Bencana hingga 3 November

Tuesday, 3 November 2026 - 11:21 WIB

12 Provinsi Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan November 2026, DKI Berlaku sampai 31 Desember

Tuesday, 3 November 2026 - 10:58 WIB

Tenggat 60 Hari Suket Gibran: Hitungan Belum Berjalan, PK Tidak Menangguhkan Eksekusi

Monday, 2 November 2026 - 14:26 WIB

MA Batalkan Konferensi Pers Penjelasan Putusan Suket Gibran

Monday, 2 November 2026 - 14:23 WIB

Anak Krakatau Erupsi 12 Kali pada Sabtu Malam, Status Tetap Siaga

Wednesday, 28 October 2026 - 15:00 WIB

KPK Periksa Sestama BNPB Rustian dan Tujuh Saksi Lain dalam Kasus Dana Siap Pakai

Wednesday, 28 October 2026 - 13:12 WIB

Aksi #IndonesiaSadar Akan Digelar di Jakarta pada Hari Sumpah Pemuda, Ini Lima Tuntutannya

Tuesday, 27 October 2026 - 17:00 WIB

Dugaan Dana BNPB Saham, KPK Dalami Aliran Rp30,98 Miliar

Berita Terbaru

Nasional

MA Batalkan Konferensi Pers Penjelasan Putusan Suket Gibran

Monday, 2 Nov 2026 - 14:26 WIB